Menguji Kadar Emas
Menguji Kadar Emas -Untuk menciptakan perhiasan yang
kuat dan warna indah yang diinginkan, emas harus dicampur dengan logam
lain. Untuk mendapatkan warna kuning, emas murni dicampur perak. Untuk
menciptakan warna merah, emas murni dicampur tembaga. Untuk mendapatkan
warna putih, emas murni dicampur timah sari dan nikel.
Logam pencampur emas biasa disebut alloy. Alloy
ini adalah komposisi logam campuran dari beberapa jenis logam pilihan
sehingga menghasilkan kualitas logam yang diinginkan. Misalnya, tembaga
jika dicampur dengan nikel, akan menghasilkan jenis logam komposit yang
keras dan tahan aus. Jenis ini digunakan untuk membuat uang logam atau
koin.
Jika Anda membeli emas dimana pun,
janganlah segan meminta penjual melakukan ujicoba kadar emas. Ada
banyak cara yang dapat dilakukan. Yang lazim dipakai di toko emas adalah
menggunakan gold tester. Tempelkan ujung jarum alat tersebut
pada emas, sebentar kemudian akan ketahuan kadar kemurniannya.
Kelemahannya, alat ini hanya menyentuh permukaan emas, tidak sampai ke
dalamnya. Bisa juga pengujian menggunakan teknik gosok batu yang lantas
ditetesi asam nitrat dan klorida. Cara lain yang lebih mantap adalah uji
laboratirium.
Sebaiknya kita selalu memerhatikan kadar
kemurnian emas. Emas batangan jamaknya menggunakan hitungan kadar
kemurnian dalam presentase. Makin tinggi persentasenya, makin dekat
kadarnya dengan emas murni atau logam mulia (24 karat). Dalam
perdagangan emas batangan, batas toleransi kadar emas hanya boleh
meleset tipis, yaitu maksimal 0.05 % dari emas murni. Sedangkan batas
toleransi untuk perhiasan emas jauh lebih besar, yakni 0,5 (setengah)
persen.
0 komentar:
Posting Komentar